Ku terpaku membeku didepan kobaran api
Hanya emosi yang mendidih bergejolak
Mencairkan bongkahan kristal di pelupuk mata
Kusentuh hati yang terluka tanpa darah yg mengalir
Terekam semua tak satupun pudar
Belati disudut ragu ku sapa
Kesesatan dan keikhlasan memerangi bathin
Hingga akhirnya langkahmu berderap dibelakang
Terhenti dan menciptakan topeng wajah yg tak bisa ku kenal
Dan aku memilih tuk berlalu...